Shizuku Kanzaki adalah putra satu-satunya dari kritikus wine ternama, Yutaka Kanzaki. Sejak kecil, ia dibesarkan dengan pendidikan yang tidak biasa, semuanya berpusat pada wine. Dari belajar menuang dengan elegan hingga menghafal aroma benda-benda seperti sabuk kulit dan pensil, pengalaman itu justru membuatnya membenci segala hal yang berhubungan dengan wine. Ia pun meninggalkan rumah dan memilih hidup sebagai sales biasa di perusahaan bir, bertekad untuk tidak menyentuh wine lagi.
Kematian mendadak sang ayah memaksanya kembali ke dunia yang ia hindari. Dalam wasiatnya, Yutaka menetapkan bahwa seluruh koleksi wine dan warisannya hanya akan diberikan kepada orang yang mampu mengidentifikasi “12 Apostles” wine serta “Drops of God”. Shizuku diberi waktu satu tahun untuk menyelesaikan tantangan tersebut, sesuatu yang terasa tidak masuk akal baginya sebagai satu-satunya anak kandung.
Hal yang tidak ia ketahui, seminggu sebelum meninggal, Yutaka telah mengangkat Issei Tomine sebagai anak angkat. Issei adalah kritikus anggur berpengalaman yang dikenal sebagai “Prince of Wine” dan menjadi pesaing langsung Shizuku dalam perebutan warisan. Tanpa pengalaman dalam mencicipi wine, Shizuku berada dalam posisi yang jauh tertinggal, dengan risiko kehilangan segalanya jika gagal menyelesaikan tantangan itu tepat waktu.





